Ayah Kandung Nodai Anak Kandung di Sagerat Kota Bitung

BPBNNews.id, ( Kota.Bitung – Sulut ) – Entah apa yang ada di benak tersangka ini, kehormatan yang seharusnya dia jaga dihancurkan hanya karena nafsu bejadnya, anak kandungnya sendiri dinodai, perbuatan sangat tidak terpuji, Selasa ( 9/2/2021 ).

Bertempat di wilayah hukum Polres Bitung melalui Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampouw SE menjelaskan kejadian terjadi di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung  Tersangka MM (32 th) mencabuli dan menodai anak kandungnya sendiri M ( 17th ).

Ironisnya perbuatan bejat itu dilakukan sejak tahun 2017 dirumah tersangka sejak korban berusia 14 tahun.

Kejadian ini bermula sebelum korban pergi sekolah lalu memandikannya kemudian pelaku memasukkan tangannya kedalam kelamin korban dan perbuatan cabul.

Kedua kalinya korban masih berusia 14 tahun dimana kejadian itu terjadi saat korban sedang tidur kemudian pelaku masuk kamar dan membangunkan korban.

Kemudian pelaku mengunci pintu kamar setelah itu pelaku meminta korban untuk membuka celana, namun korban menolak, sehingga pelaku memukul korban dengan menggunakan hanger gantungan baju.

Dan memaksa korban melayani nafsu bejatnya.  Karena tak tahan korban cerita kepada ibu wali kelasnya dimana si korban meminta uang kepada guru wali kelasnya bernama a.n ARLINI untuk biaya ongkos ke Ternate, karena sudah tidak mau lagi tinggal dengan pelaku.

Lalu wali kelasnya bertanya kenapa mau pulang ke Ternate, dan korban menjelaskan alasan mau pulang keternate ke rumah ibunya karea korban, ketakutan di setubuhi oleh pelaku bapak kandungnya.

Setelah didampingi korban melaporkan ke pihak berwajib dan tersangka sudah ditangkap dan diamankan oleh unit PPA Polres Bitung, tersangka mengakui perbuatannya berdalih dipengaruhi minuman keras/ mabuk.

Kepadanya disangkakan Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat 1 UURI No.17 Thn.2016 ttg Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 ttg Perubahan Kedua UURI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak. ( Syarif/01 ).

Editor : Imam