Pemkot. Bekasi Dapat Kuota Vaksin 11.983 Dari 500 ribu Pengajuan

BPBNNews.id, ( Kota. Bekasi  – Jabar ) –  Wali Kota Bekasi Dr H Rahmat Effendi menyatakan kesediaanya bila menjadi orang pertama di Kota Bekasi yang akan divaksinasi Covid-19, namun ia pun menaruh perhatian kepada tenaga kesehatan untuk terlebih dahulu diberikan vaksin karena mereka pahlawan yang setiap hari berhubungan dengan Pandemi Covid-19, Rabu ( 6/1/2021 ).

Bertempat di Stadion Patriot Chandrabaga Walikota Bekasi Rahmat Efendi mengatakan saat  wawancara berdurasi 2 menit 32 detik itu, awak media menanyakan seputar ketersediaan vaksin, prioritas orang penerima vaksinasi, hingga kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan Pemkot Bekasi mendapatkan kuota vaksin 11.983. Dipergunakan untuk tenaga kerja kesehatan (Nakes). Kalau nanti ternyata antara kuota dengan kuantiti yang ada dari nakes itu terpenuhi dan masih ada space, tentunya bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan vaksinasi yang akan kita tetapkan selanjutnya, ” tuturnya.

Dijelaskan lebih lanjut untuk Kota Bekasi diajukan  hampir 500 ribu, sementara kan baru diberikan oleh pemerintah itu, 11.983 itu sudah ada di provinsi Jawa Barat.

“Tinggal dari Dinas Kesehatan Jawa Barat kepada Kota Bekasi kapannya, karena vaksin itu butuh alat, vaksin itu butuh pelengkap lainnya, untuk bisa dipergunakan memvaksin tenaga atau layanan kesehatan yang ada.

Kalau ke saya juga boleh kapan saja boleh, tapi kan harusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan, bahwa pemimpin harus divaksin dulu, sementara nakesnya belakangan,” tambahnya.

“Nah, tinggal melihatnya dari sisi mana. Kalau saya lihatnya, bukan jangan dianggap nanti takut. Yang penting dulu siapa yang berhubungan setiap hari dengan pandemi, berarti tenaga nakes.

Kalau saya ngambil jatah tenaga nakes satu untuk kepentingan saya, berarti saya sudah mengurangi siapa yang paling membutuhkan. Kalau nakes harus divaksin kalau tidak mau resikonya akan tidak baik bagi diri sendiri maupun juga bagi orang lain, bagi yang tidak mau sanksinya tidak ada, cuma kan persuasif harus nakes yang tadi disampaikan, ya harus. ” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Walikota Bekasi Rahmat Efendi menjelaskan tentang belajar tatap muka masih mempertimbangkan. ” Tim, tatap muka dengan Kadepag, Disdik sedang membahas itu. Dan kementerian melarang itu, Insya Allah kita sedang mempertimbangkan, nanti kita sampaikan.” Pungkasnya.

Kita ketahui, vaksinasi nasional Covid-19 2021 yang akan dilaksanakan dan diawali oleh Presiden RI Joko Widodo pada 13 Januari 2021 mendatang. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berharap dukungan setiap elemen masyarakat guna mensukseskan Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi. Dengan vaksinasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan melindungi Warga Indonesia. Vaksin Melindungi Diri dan Melindungi Negeri. ( Humas/01 ).

Editor : Imam