Pengrusakan Baliho Salah Satu Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung Disidangkan di Pengadilan Negeri Bitung

BPBNNews.id, ( Kota. Bitung – Sulut ) – Demokrasi sejatinya memberikan kebebasan yang arif, bijaksana, dan toleransi. Sangat disayangkan yang dilakukan  jelang pesta Demokrasi di wilayah Kota Bitung, Kamis ( 26/11/2020 ).

Bertempat di Pengadilan Negeri Bitung   telah di sidangkan  terkait pengrusakan Baliho Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung, berakhir sampai ke Pengadilan pada Rabu ( 25/11/2020 ).

Pengungkapan dan penangkapan terhadap diduga pelaku Pengrusakan Baliho Bakal Calon Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bitung ( MM HH ) sebagaimana di Maksud dalam Pasal 406 KUHP.

Diketahui identitas Pelaku Andre Wenas (33 th) berdasarkan  Laporan Polisi dilaporkan tanggal 17 September 2020 oleh Pengacara PDI P, Ridwan Mapahena.

Menurut informasi pelaku merusak baliho pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota paslon Maurits Mantiri dan Hengky Honandar, yang di pasang oleh tim pemenangan  terpasang di depan rumah milik Sdr Ci Nela.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 16 September 2020 sekitar jam 20.00 wita pelaku Andre Wenas melakukan pengrusakan dengan cara merobek baliho dengan menggunakan tangan sehingga membuat baliho tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Adapun maksud dan tujuan sehingga pelaku merusak Baliho bakal calon walikota dan wakil walikota Maurits Mantiri dan Hengky Honandar adalah pelaku jengkel dengan orang yang memasang baliho di lokasi tersebut, diduga saat melakukan perbuatan tersebut dalam pengaruh miras.

Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan pelaku diamankan beserta barang bukti
satu buah baliho gambar Bakal Calon Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Maurits Mantiri dan Hengky Honandar.

Tidak sampai disitu pada hari Kamis (17/9/2020) saat itu sekelompok orang sekira  50 orang mendatangi TKP dan beorasi, namun langsung dihimbau oleh Petugas Polres Bitung yang di pimpin Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Frelly Sumampouw SE, dan langsung membubarkan diri. ( Syarif/01 )

Editor : Imam