Team Resmob Polsek Maesa Berhasil Tangkap DPO Penganiayaan Dengan Sajam

BPBNNews.id, ( Kab. Nduga – Papua ) – Akhirnya Team Resmob Polsek Maesa berhasil menangkap tersangkatindak pidana penganiayaan dengan menggunakan sajam setelah beberapa lama melarikan diri bekerjasama Team Lidik Polres Nduga Polda papua, Senin ( 23/11/2020 ).

Bertempat Mapolsek Maesa Kapolsek AKP Taufiq Arifin S.I.K menjelaskan kronologis penangkapan pelaku setelah sempat beberapa lama dalam pencarian.

Kapolsek Maesa AKP Taufiq Arifin S.I.K menjelaskan pada hari Rabu 18 November 2020, Team Resmob Maesa mendapat Baket bahwa pelaku penganiayaan an. Alfris Rongirs Hang Alias AI yang sudah menjadi DPO berada di Distrik Kenyam Kab. Nduga Prop. Papua, di Pedalaman dengan baket tersebut.

Team Resmob Maesa langsung berkoordinasi dengan team Lidik Polres Nduga Polda Papua, guna pulbaket keberadaan pelaku di wilayah mereka dan hasil yang didapati oleh team Lidik Polres Nduga, bahwa benar pelaku berada di wilayah mereka.

Tersangka tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan sajam sebagaimana di maksud dalam pasal 351 Ayat 1 KUHP dan pasal 2 Ayat 1 UU DRT Nomor 12 Tahun 1951.

Team Resmob Polsek Maesa Berkolaborasi dengan Team Lidik Polres Nduga Melakukan pengembangan Baket dan sekaligus melakukan penggrebekan dan penangkapan terhadap pelaku Sajam, A.N. Alfris Rongirs Hang Alias AI.

 

Sekitar pukul 14.00 wita team Resmob Polsek Maesa Berangkat ke Timika, dan pada hari kamis 19 November 2020 tiba di Kota timika, dan lanjut ke Kab.Nduga Prop.Papua Menuju Ke polres Nduga persiapan Polres Nduga, di pedalaman, naik pesawat perintis ( Kecil ) selama kurang lebih satu jam perjalanan, team Resmob Polsek Maesa tiba di Polres Nduga, kembali Koordinasi dengan team Lidik Polres Nduga, guna pengembangan baket yang didapati.

Pada hari kamis 20 November 2020 malam hari team Resmob Polsek Maesa atas perintah Kapolres Nduga agar tidak ikut giat grebek dan penangkapan pelaku di karenakan lokasi atau sasaran tempat tinggal pelaku dekat dengan basis KKB ( kelompok kriminal bersenjata ) ingat keselamatan team, maka team stay saja di polres Nduga Selanjutnya team opsnal Polres Nduga bergerak ke lokasi sasaran atau tempat tinggal pelaku di komplek distrik kenyam tepatnya di camp pembangunan Puskesmas Distrik yal, dan beberapa jam kemudian team opsnal Polres Nduga sudah membawah dan mengamankan pelaku,

Kemudian pelaku sementara dititip di polres Nduga,keesokan harinya jumat tanggal 21 November 2020 pagi hari pelaku dibawah ke Timika dengan menggunakan pesawat perintis kecil, setibanya di timika pelaku dititipkan sementara di rutan mapolsek mimika baru Polda Papua sambil menunggu keberangkatan balik ke Kota Bitung.

Identitas tersangka Alfris Rongirs Hang Alias Ariz Alias Al, umur 33.tahun agama Kristen pekerjaan Buruh harian lepas alamat wangurer Barat Kec.Madidir

Atas dasar Laporan Polisi Nomor : LP/ 228/ IX/2020/Sulut/Res- Bitung/Sek Maesa,tanggal 14 September 2020 Surat perintah tugas : SP.GAS/79/Xl/2020/Reskrim/Sek Maesa, tanggal 19 November 2020, Surat perintah penangkapan : SP. KAP/101/Xl/2020/Reskrim/ Sek Maesa, tanggal 19 November 2020, Daftar pencarian orang : DPO/Xl/Reskrim / Sek Maesa tanggal 19 November 2020.

Menurut keterangan tersangka menjadi DPO berawal pada hari Senin 14 September 2020, sekitar jam 17.30 wita waktu itu dirumah korban akan di langsungkan ibadah syukuran Hut istrinya, dan tak lama lagi ibadah akan dimulai tiba – tiba pelaku lewat sendiri menggunakan sepeda motor yang knalpotnya bising atau ribut, lalu korban menegurnya agar jangan lagi bolak balik di depan rumahnya karena tak lama lagi ibadah akan di mulai.

Kemudian pelaku mengambil sebilah sajam dari rumahnya dan pelaku kembali lagi bolak balik di depan rumah korban, namun sudah bersama temanya berinisial A berboncengan menggunakan sepeda motor yang knalpotnya bising atau ribut, lalu korban keluar menegur mereka agar jangan lagi bolak balik karena knalpot sepeda motor mereka sangat mengganggu orang nantinya akan beribadah.

Sambil posisi diatas sepeda motor, saat itu juga pelaku mencabut Sajam dan mengarahkan ke dada korban, namun waktu itu korban sempat menghindar akan tetapi Sajam tersebut tetap mengenai dada korban , hingga mengakibatkan luka, jikalau waktu itu korban tak dapat menghindar, kemungkinan besar korban terluka parah bahkan meninggal dunia, selanjutnya pelaku dan temannya melarikan diri.

Setelah kejadian tersebut pelaku langsung melarikan diri ke Kota Manado menaiki Mobil Bus dari tangkoko tujuan manado selama kurang lebih dua bulan pelaku tinggal di rumah kost di kota manado tepatnya di poli sambil mencari pekerjaan, setelah mendengar bahwa ada penawaran pekerjaan di Kab.Nduga Prop Papua, pelaku langsung menghubungi teman – temannya untuk ikut bersama bekerja di Distrik Kenyam Kab.Nduga dan berangkat melalui penerbangan.

Pelaku sudah 3 ( tiga ) minggu berada dan bekerja buruh bangunan di Distrik Kenyam untuk Pembangunan Puskesmas Distrik Yal Kab.Nduga dan lokasi Persembunyian pelaku adalah tempat rawan, dan Sering terjadi Kontak senjata antara KKB ( kelompok Kriminal Bersenjata ) atau dulunya disebut OPM ( organisasi Papua Merdeka ) dengan Polri dan pelaku dapat ditangkap di alamat tersebut tanpa melakukan perlawanan.

Barang Bukti yang di Amankan, 1( satu ) bilah pisau Badik terbuat dari besi putih senjata sisi atas dan bawah tajam ujung Runcing tajam panjang 30 cm. Pelaku adalah residivis sebelumnya dan pernah terlibat dalam kasus Pembunuhan di Kota Bitung tahun 2013 bebas 2018 dan perannya sebagai pelaku tunggal. ( Syarif/01 ).

Editor : Imam