Satgas Yonif Raider Khusus 744/SYB Bantu Masyarakat Dalam Ketahanan Pangan di Kab. Belu

BPBNNews.id, ( Kab. Belu – NTT ) – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan perbatasan RI-RDTL di tengah pandemi Covid-19, prajurit Satgas Yonif Raider Khusus 744/SYB membantu mayasrakat dalam ketahanan pangan, Sabtu ( 5/9/2020 ).

Berlokasi di Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto  Kabupaten Belu Provinsi Timur Nusa Tenggara Timur dipimpin Dansatgas Yonif RK 744/SYB, Letkol Inf Alfat Denny Andrian, anggota Satgas Yonif Raider Khusus terjun ke sawah.

Dikatakannya bahwa pada situasi seperti sekarang, kebutuhan pangan sudah tentu menjadi hal utama yang harus terpenuhi di tengah pandemi Covid-19.

“Selain membantu masyarakat dalam bercocok tanam, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk saling memberikan informasi dan berbagi pengetahuan mengenai tanaman padi,” ujarnya.

Di samping itu, Alfat Denny menyampaikan walaupun situasi pandemi Covid-19, masyarakat tidak boleh menyerah dan berhenti menjaga semangatnya bertani atau bercocok tanam termasuk juga senantiasa memperhatikan kesehatan diri.

“Selaku Dansatgas, saya menekankan kepada seluruh Danpos untuk bisa menggugah semangat masyarakat wilayah binaannya untuk tetap menjaga ketahanan pangan dengan bercocok tanam terutama padi (beras), jangan sampai mengalami krisis akibat pandemi Covid-19,” urainya.

Di tempat terpisah, salah seorang warga Dusun Oeleu, Desa Bauho, Rofinus Talo (37) yang merupakan pemilik lahan sawah seluas 35 Are, mengucapkan terima kasihnya atas bantuan Satgas kepada dirinya.

“Kami sungguh bangga di kampung kami ada Bapak Satgas yang baik hati. Tanpa diminta, prajurit TNI ini menyingsingkan lengannya langsung turun ke sawah membantu kami,” tuturnya.

“Kami juga tak menyangka Bapak TNI pintar menaman padi, bahkan kami juga diajarkan cara merawat tanaman padi supaya bisa tumbuh subur. Pokoknya senang sekali dibantu Bapak Satgas ini,” sahutnya.

Rofinus juga berharap, keluhan petani atas kelangkaan pupuk dapat dibantu pemecahannya oleh instansi terkait agar mereka tidak kesulitan dalam memperolehnya.

“Semoga ke depan pemerintah dapat mendukung dan memberikan bantuannya berupa pupuk untuk kami para petani di wilayah perbatasan ini,” pungkasnya sambil berharap. (Dispenad/02).

Editor : Imam